Katanya… coba bantuin gue, apa kata lo semua…

March 2nd, 2008 by antonnugroho

katanya jaman sekarang makin membuat orang jadi enak. mahasiswa sekarang enak lho…, orang-orang kantoran juga makin enak. seiring perkembangan teknologi informasi dimana internet menjadi salah satunya, maka belajar pun bisa dilakukan di mana saja termasuk dengan mengakses situs belajar berbasi web yang sering disebut E-learning. Coba temen-temen bantuin gue donk, sekedar cerita-cerita tentang pengalaman, pendapat, masukan, atau juga saran terhadap perkembangan e-learning. masukan dari temen-temen terbuka juga untuk disanggah, didebat, atau didiskusikan dengan teman-teman yang lain…. monggo….

sekedar memberikan panduan untuk merangsang temen-temen bercerita…

1. kamu sudah pernah menggunakan fasilitas e-learning? e-learning dari institusi mana?

2. apa pendapat kamu tentang e-learning?

3. seberapa sering kamu mengakses e-learning?
a. tidak pernah
b. jarang (1-2 kali sebulan)
c. kadang-kadang (3-4 kali sebulan)
d. sering (lebih dari 4 kali sebulan)

4. kenapa kamu memilih menggunakan e-learning….apa alasannya?

5. menurut kamu, kamu tertarik dengan e-learning yang seperti apa?

6. coba donk ceritain, e-learning seperti apa yang membuat kamu lebih bersemangat untuk mengaksesnya setiap saat….
coba dibantuin niy temen-temen, ada beberapa dimensi e-learning yang mungkin bisa kamu jadikan acuan
a. tampilan
b. isi materi / konten
c. arahan yang jelas
d. situs web yang ramah pemakaian

7. trusnyaaa nih temans, menurut temen-temen gimana pengaruh penggunaan e-learning terhadap hasil kerja temen-temen, entah sebagai mahasiswa atau orang kantoran yang lagi gawe…?

tengkiu ya temans…. yukkkk…. iseng-iseng ngobrolin, siapa tau bermanfaat….

[temaram senja lantai lima]

January 19th, 2007 by antonnugroho

Kunikmati temaram senja hari ini
saat mentari perlahan meredupkan diri
kendaraan mulai menyemut antri
terkadang saling serobot klakson sana klakson sini

rasa penat mungkin masih hinggap dalam pikiran
namun perjalanan hari ini harus disudahi
kututup kubus ajaibku dan mulai kusimpan
tapi hatiku masih belum rela mengemas sampai rapi

kulayangkan pandangan menerawang
sambil menikmati secangkir teh hangat
perlahan kuaduk dengan sendok temanku yang usang
berharap dapat pulang cepat-cepat

satu persatu teman-teman di ruangan ini berhamburan
mereka sudah tak sabar menikmati malam panjang
bersenang-senang melepas penat segala permasalahan
dengan gemerlap ibu kota di pojok remang-remang

aku harus segera beranjak
tapi aku belum rela
aku masih menunggu mentari beranjak
sehingga usai sudah temaram senjaku di lantai lima

hari senja,
century tower lantai lima,
19.01.07
17.58

thamrin - sudirman bebas sepeda motor. apa bisa?

December 19th, 2006 by antonnugroho

langit gelap diluar sana, sesekali petir bergemuruh. angin sepoi-sepoi memanjakan aku hari ini. suasana yang cocok untuk sekedar bersantai di depan komputer sembari menikmati kabar-kabar terbaru yang bisa kubaca dari kemajuan teknologi terkini - milis. sambil duduk santai di kursi kecil yang sudah setia bersama aku seumur hidup aku, kunaik-turunkan mousepad laptop sambil mencari-cari berita yang menarik untuk dibaca. bah…seperti biasa, deretan email-email dari bermacam milis singgah di mailbox. si anu dengan puisinya tetap menghiasi tulisan di milis BoendelKata, ada juga reminder ulang tahun salah satu teman sewaktu kuliah S1 dulu, ada juga bermacam info serta diskusi tentang HRD, ada juga celotehan rekan satu kuliahan sekarang, DAN ada juga ku baca thamrin - sudirman bebas sepeda motor. S**t. Busettt…

agak shock juga membacanya. plis deh, hareee geneee masa iya sepeda motor harus lengser dari jalan thamrin - sudirman. D**n. ah, sutiyoso mau membuat sensasi apa lagi sih…

dari milis macan itu, katanya jalan-jalan protokoler nantinya akan disterilkan dari sepeda motor. supaya tidak macet alasannya. duileee pak, jakarta gethu loh…mana ada sih yang gak macet. tanyakeun napa…

masih tidak percaya dengan apa yang aku baca, aku memutuskan untuk mengikuti balas membalas dan menuliskan uneg-uneg dari anggota milis macan tersebut. macam-macam pendapat. seperti biasanya, bila ada satu peristiwa selalu ada pihak yang pro dan yang kontra. bisa ditebak mana yang lebih dominan di milis ini. yap…kontra lah ya. macam mana pula, ini kan milis khusus penunggang macan-macan yang bersliweran di kota-kota di Indonesia, mana ada yang pro dengan peraturan macam itu. yah, bisa dipahami, aku juga sempat mengelus dada dengan  membaca berita tersebut.

coba yah bayangkan, ada berapa banyak, mungkin dalam hitungan ribu atau bahkan puluhan ribu, penduduk jakarta khususnya yang menggunakan sepeda motor? lalu, mau dengan seenaknya mendiskriminasikan kaum yang satu ini. memang susah jadi orang ber-roda dua. kemana-mana selalu di himpit. kemana-mana selalu di ancam. belum lama sudah ada kebijakan tentang menyalakan lampu pada siang hari plus harus bersliweran di jalur kiri alias jalur lambat. memang mungkin banyak manfaatnya ketimbang hal merugikannya. tapi kalau sterilisasi ini? duilee…, kok rasanya tidak masuk akal alias tidak rasional. katanya supaya tidak macet. walah pak, memangnya penyebab kemacetan di jalan protokoler itu hanya disebabkan oleh sepeda motor? rasanya banyak kotak-kotak berasap hitam berwarna-warni yang sering berhenti sembarangan, tidak peduli keadaan di belakang samping kanan kirinya, yang penting setoran.

sepertinya jakarta belum siap menerima kemajuan moda transportasi yang belakangan ini mulai di gaung-gaungkan bang yos ini. mau secanggih apapun rencananya, tapi ternyata realisasinya jauh dari menciptakan solusi. dengan adanya transjakarta lalu lintas bukannya bertambah lancar tapi bisa dilihat sendiri - macet dimana-mana, tanpa terkecuali. belum berhasil dengan proyek transjakartanya, masih ditambah pula dengan rencana monorail. waduh, kebayang gak sih… menurut hemat saya masyarakat kita belum siap dengan hal ini, dan infrastruktur di kota jakarta belum siap pula. trus sekarang masih dengan aneh-aneh membuat thamrin - sudirman steril dari sepeda motor. mungkin supaya proyek transjakartanya laku kali yeeeee. yah bisa dilihat dan dirasakan,…lagi-lagi sebelum turun, beliau mau gasak abis tender departemen pekerjaan umum, kan nantinya belum tentu dapat tender lagi.

hum… sedih, kecewa, jengkel, tapi tidak bisa berbuat apa-apa juga, tapi ada satu hal yang bisa aku lakukan setidaknya… yah paling tidak aku bisa bersikap sopan dijalan, dari yang sederhana….berhenti di belakang garis putih di lampu perhentian lalu lintas, dan menikmati perjalanan dari markas besar menuju gedung putih.

oh macan, bagaimana ini, sayangnya nanti dikau tidak bisa bersliweran lagi menemaniku menuju kampus tercinta, sudirman 51. semoga tidak, biar bagaimanapun macan mati meninggalkan belang kan?

*jadikepengenkelilingjakartanaiktigerhitamguetercinta*

with or without me

December 9th, 2006 by antonnugroho

waktu berjalan terus, pelan-pelan meninggalkan aku yang sedang tidak peduli dengan sekeliling. detik serta menit terus mengalir seperti rintik hujan hari ini. pagi menghampiri siang, dan aku masih bingung mengganti detik serta menit yang sudah pergi meninggalkan aku. aku harus bernego dengan mereka, sedikit diplomatis mungkin supaya mereka tidak cepat pergi dariku. memang bodoh, tapi aku berusaha untuk itu. aku mau setiap detik dan menit yang meninggalkanku datang kembali padaku, entah bagaimana caranya.

rangkaian nada-nada indah mencoba menemani aku yang sudah tampak bodoh mencari setiap detik dan menit yang telah menghilang entah kemana. nampaknya relativitas einstein berbicara banyak disini. waktu berjalan lebih cepat ketimbang aku sedang menunggu seorang bidadari cantik menelpon aku. harusnya tidak perlu ada dimensi waktu, agar sang jenius einstein tidak perlu repot-repot memikirkan relativitasnya. ya, kalo saja semua jenius di dunia memikirkan bagaimana caranya agar waktu tidak perlu ada, atau bisa dihentikan, atau setidaknya bisa ditambahkan.

aku ingin protes dengan waktu. dia tidak bisa sabar seperti orang bijak manapun di belahan dunia ini. dia juga sangat konsisten melebihi apapun juga. dengan tenang dan pasti mengalir menyusuri hari demi hari, minggu demi minggu dan selamanya hingga berabad-abad lamanya. apakah adil bila waktu berjalan sendiri, tak ada yang menemani dan menyertainya? aku ingin berjalan bersama waktu, mungkin biarkan dia berjalan sendiri, dengan atau tanpa aku…..with or without me.

aku ingin beristirahat dengan tenang, bersama mereka yang sudah tidak berjalan bersama waktu. selama aku masih disini, biarkan aku merangkul waktu, menemani aku dengan setia, supaya aku juga ingat dengan dia yang berjalan bersama aku. salamku untuk sekalian orang yang sudah tidak berjalan dengan waktu, damai abadi dalam kehidupan kekal. requiem aeternam dona eis domine, et lux perpetua luceat eis…

ku petik sekuntum bunga tidur untuk mu

December 8th, 2006 by antonnugroho

00:53 wib
perlahan-lahan kupejamkan mata ini,
masih belum dapat terpejam rupanya,
mungkin mataku belum mau beristirahat dini,
biar saja kantuk mulai menyerangku sempurna

hari ini aku belajar sesuatu dari perjalan waktuku. aku memulai dari saat aku terjaga dari tidurku pagi tadi. rupanya aku mulai sadar akan pentingnya mengucap syukur. Terdengar naif memang, tapi apa boleh dikata hari ini aku mulai (lagi) mengucap syukur. Apa dan bagaimana ceritanya? Panjang, aku lebih suka bilang bahwa pengalaman orang lain bisa menjadi guru yang berharga. Tak pelak pengalaman pribadi pun juga dapat memberi pelajaran tak ternilai. tanpa disadari aku bersyukur karena aku bisa memperkaya pengalaman hidupku.

00:55
aku masih disini,
berdiri memandangi sederetan masalah,
satu persatu datang menghampiri,
mau apa aku…berdoa, berusaha dan pasrah.

aku pernah berdiskusi tentang masalah. mulai dari mengartikan sebagai sebuah pandangan filosofis sampai aku bertengkar karena sudut pandang yang tak pernah sama dengan temanku. lantas aku berpikir kenapa harus bertengkar, toh perbedaan pendapat itu wajar. dimana letak celah itu? aku coba pelan-pelan mencerna. sebuah perbedaan pendapat dalam diskusi sederhana itu bisa menjadi masalah. apa dan bagaimana bisa demikian? aku sendiri yang menciptakan masalah itu. seharusnya aku tidak memandang hal tersebut menjadi sebuah masalah. masalah hanya akan ada jika aku menghendaki dan melihat suatu peristiwa sebagai masalah, sisanya aku akan tetap disini untuk tidak melihat masalah tapi tetap  berdoa, berusaha dan pasrah.

01:05
sekarang aku diam,
menelusuri deretan tuts laptopku,
sepi, hari sudah semakin gelap mencekam,
membawa ku terbang ke tempat yang ku mau.

seorang dosenku yang sangat bijaksana mengatakan demikian "simpliciter aprehencio placet". ah, rasanya sangat naif pepatah tersebut. saat ini orang lebih suka merepotkan dirinya sendiri dengan berbagai hal, termasuk aku juga. hal-hal sederhana dibuat menjadi kompleks. hal-hal kecil dilihat menjadi besar. padahal aku hanya ingin memejamkan mata, terbuai belaian hangat bantal gulingku, sembari aku memetik satu kuntum bunga tidurku, dan akan kuberikan padamu. ini, sekuntum bunga tidurku, hanya untukmu. aku tak bisa memberikan padamu lebih banyak lagi, karena hanya ini yang ku punya. semoga kau menerimanya dalam heningmu disana.

01:18
hidup ini jalan, jalan ini perjuangan
perjuangan ini penuh mimpi, mimpi untuk dapat meraih harapan
harapan penuh cita-cita, cita-cita akan sebuah kesederhanaan

maaf, waktunya sudah habis. akan kubungkus sekuntum bunga tidurku untukmu ini dengan sebuah kesederhanaan. semoga ketika kamu membukanya, bungkusnya tak terkoyak hanya karena sebuah kesederhanaan. terima kasih, sekarang aku akan menanam kembali benih bunga tidurku, yang satu persatu ku berikan untukmu. hanya aku dan bunga tidurku sekarang.

Nias oh Nias

March 31st, 2005 by antonnugroho

Map_1  indonesia, negara kepulauan dengan wilayah geografis yang strategis antara dua benua, saat ini sedang menjadi sorotan internasional. Baru saja 3 bulan berlalu dari bencana Tsunami di NAD dan Sumatera Utara, seakan Tuhan memberi kejutan Nias dan pulau-pulau di sekitarnya diguncang gempa pada tanggal 28 Maret 2005 kemarin. Apakah ini kejutan atau memang Tuhan memberikan teguran pada bumi Indonesia?

Keindahan Nias yang sudah melegenda seakan sirna seketika ketika gempa berskala 5,4SR terakhir kali mengguncang.  Nias1_1 Keanekaragaman seni dan budaya masyarakat setempat luluh lantah digoyang gempa tektonik. Masyarakat Nias membutuhkan pertolongan dan uluran dari kita semua, saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Untuk informasi dan akses lebih lanjut mengenai Nias dan sekitarnya silahkan klik http://www.niasisland.com/home/index.php. Bantuan dan uluran anda sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara kita di Nias saat ini.