langit gelap diluar sana, sesekali petir bergemuruh. angin sepoi-sepoi memanjakan aku hari ini. suasana yang cocok untuk sekedar bersantai di depan komputer sembari menikmati kabar-kabar terbaru yang bisa kubaca dari kemajuan teknologi terkini - milis. sambil duduk santai di kursi kecil yang sudah setia bersama aku seumur hidup aku, kunaik-turunkan mousepad laptop sambil mencari-cari berita yang menarik untuk dibaca. bah…seperti biasa, deretan email-email dari bermacam milis singgah di mailbox. si anu dengan puisinya tetap menghiasi tulisan di milis BoendelKata, ada juga reminder ulang tahun salah satu teman sewaktu kuliah S1 dulu, ada juga bermacam info serta diskusi tentang HRD, ada juga celotehan rekan satu kuliahan sekarang, DAN ada juga ku baca thamrin - sudirman bebas sepeda motor. S**t. Busettt…
agak shock juga membacanya. plis deh, hareee geneee masa iya sepeda motor harus lengser dari jalan thamrin - sudirman. D**n. ah, sutiyoso mau membuat sensasi apa lagi sih…
dari milis macan itu, katanya jalan-jalan protokoler nantinya akan disterilkan dari sepeda motor. supaya tidak macet alasannya. duileee pak, jakarta gethu loh…mana ada sih yang gak macet. tanyakeun napa…
masih tidak percaya dengan apa yang aku baca, aku memutuskan untuk mengikuti balas membalas dan menuliskan uneg-uneg dari anggota milis macan tersebut. macam-macam pendapat. seperti biasanya, bila ada satu peristiwa selalu ada pihak yang pro dan yang kontra. bisa ditebak mana yang lebih dominan di milis ini. yap…kontra lah ya. macam mana pula, ini kan milis khusus penunggang macan-macan yang bersliweran di kota-kota di Indonesia, mana ada yang pro dengan peraturan macam itu. yah, bisa dipahami, aku juga sempat mengelus dada dengan membaca berita tersebut.
coba yah bayangkan, ada berapa banyak, mungkin dalam hitungan ribu atau bahkan puluhan ribu, penduduk jakarta khususnya yang menggunakan sepeda motor? lalu, mau dengan seenaknya mendiskriminasikan kaum yang satu ini. memang susah jadi orang ber-roda dua. kemana-mana selalu di himpit. kemana-mana selalu di ancam. belum lama sudah ada kebijakan tentang menyalakan lampu pada siang hari plus harus bersliweran di jalur kiri alias jalur lambat. memang mungkin banyak manfaatnya ketimbang hal merugikannya. tapi kalau sterilisasi ini? duilee…, kok rasanya tidak masuk akal alias tidak rasional. katanya supaya tidak macet. walah pak, memangnya penyebab kemacetan di jalan protokoler itu hanya disebabkan oleh sepeda motor? rasanya banyak kotak-kotak berasap hitam berwarna-warni yang sering berhenti sembarangan, tidak peduli keadaan di belakang samping kanan kirinya, yang penting setoran.
sepertinya jakarta belum siap menerima kemajuan moda transportasi yang belakangan ini mulai di gaung-gaungkan bang yos ini. mau secanggih apapun rencananya, tapi ternyata realisasinya jauh dari menciptakan solusi. dengan adanya transjakarta lalu lintas bukannya bertambah lancar tapi bisa dilihat sendiri - macet dimana-mana, tanpa terkecuali. belum berhasil dengan proyek transjakartanya, masih ditambah pula dengan rencana monorail. waduh, kebayang gak sih… menurut hemat saya masyarakat kita belum siap dengan hal ini, dan infrastruktur di kota jakarta belum siap pula. trus sekarang masih dengan aneh-aneh membuat thamrin - sudirman steril dari sepeda motor. mungkin supaya proyek transjakartanya laku kali yeeeee. yah bisa dilihat dan dirasakan,…lagi-lagi sebelum turun, beliau mau gasak abis tender departemen pekerjaan umum, kan nantinya belum tentu dapat tender lagi.
hum… sedih, kecewa, jengkel, tapi tidak bisa berbuat apa-apa juga, tapi ada satu hal yang bisa aku lakukan setidaknya… yah paling tidak aku bisa bersikap sopan dijalan, dari yang sederhana….berhenti di belakang garis putih di lampu perhentian lalu lintas, dan menikmati perjalanan dari markas besar menuju gedung putih.
oh macan, bagaimana ini, sayangnya nanti dikau tidak bisa bersliweran lagi menemaniku menuju kampus tercinta, sudirman 51. semoga tidak, biar bagaimanapun macan mati meninggalkan belang kan?
*jadikepengenkelilingjakartanaiktigerhitamguetercinta*